Gila! Hasil Juventus vs AS Roma, Drama Adu Penalti

Hasil Juventus vs AS Roma yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2017, di Stadion Gilette Senin Pagi WIB. Di pertandingan ajang International Champions Cup atau yang disebut dengan ICC 2017, mempertemukan Juventus melawan AS Roma di leg kedua.

Dimana dalam laga tersebut, Juventus sukses menutup kemenangan dengan drama adu penalti. Pertandingan itu berlangsung di Stadion Gillette, Baik itu Juventus dan AS Roma sepanjang laga saling berbagi skor 1-1. Sehingga pertandingan tersebut harus berunjung dengan adu penalti untuk menentukan pemenangannya.

Tim yang berjuluk I Bianconeri itu terlebih dahulu unggul melalui Mario Mandzukic di menit 29. Dan pada babak kedua I Giallorossi mampu menyamakan kedudukan berkat Edin Dzeko pada menit ke 74. Dengan melalui drama adu penalti, lima tendangan dari pemain Juventus berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

juventus vs roma icc
higuain yang sedang menendang ke gawang roma

Hasil Pertemuan Terakhir Juventus vs AS Roma

  • Pada tanggal 2 Maret 2015, bermain di Olimpico, AS Roma ditahan imbang oleh tamunya Juventus dengan skor 1-1.
  • Di tanggal 30 Agustus 2015, di depan para pendukung AS Roma membuat tersenyum lebar 2-1 saat menghadapi Juventus.
  • Juventus yang sukses meraih kemenangan dikandang sendiri saat berhadapan dengan AS Roma 1-0, di tanggal 24 Januari 2016.
  • Pada tanggal 17 Desember 2016, Juventus memenangkan laga 1-0 ketika mereka menjamu AS Roma.
  • Di tanggal 14 Mei 2017, AS Roma membuktikan kehebatannya di kandang sendiri dengan skor 3-1 saat melawan Juventus.

Dengan pertemuan kedua tim tersebut, Juventus dan AS Roma terbilang seimbang dalam lima laga terakhir mereka. Dimana Nyonya Tua sukses meraih kemenangan dua kali, seri dua kali dan imbang sekali. Sementara Serigala ibukota bermain imbang satu kali, seri dua kali, serta memenangkan laga dua kali.

Di pertandingan tersebut dalam drama adu penalti yang tersukses mencetak gol ke gawang AS Roma. Nama-nama pemain itu adalah penendang pertam Stephan Lichsteiner yang membuat kepercaya diri timnya meningkat, lalu Andrea Barzagli yang tidak membuat beban timnya.

Tendangan ketiga melalui Federico Bernadeschi, kemudian Sami Khedira sebagai penendang keempat dan terakhir Douglas Costa menutup kemenangan. Sedangkan, dari klub AS Roma, pada sepakan pertama yang dilakukan Marco Tuminello gagal setelaj tendangannya ditepis oleh Carlo Pinsoglio.

Dengan tendangan yang mampu dimentahkan oleh kiper Juventus tersebut, menjadikan mereka meraih kemenangan 5-4 dengan drama adu penalti. Yang mana tim asuhan Massimiliano Allegri mengakhiri kompetisi ICC 2017 dengan raih menang satu kali saat berhadapan dengan Paris Saint-Germain.

Satu kali di pertandingan kali ini dengan drama adu penalti kontra AS Roma, dan menerima kekalahan dari klub asal Spanyol, Barcelona. Sebelum Il Luppi dikalahkan dengan Juve, sempat meraih kemenangan melalui drama adu penalti melawan PSG dan menang dengan waktu normal saat menghadapi Tottenham Hotspur.

Terlepas dari ini, Juventus akan menjalani pertandingan persahabatan beradapan dengan Tottenham Hotspur.

AS-Roma-Vs-Juventus-ICC

Lima Laga Terakhir Yang Dijalani Juventus

  • Pada tanggal 21 Mei 2017, bermain di depan para pendukungnya Juventus raih kemenangan 3-0 kontra Crotone.
  • Di tanggal 27 Mei 2017, Bologna dikalahkan oleh Juventus skor akhir 1-2.
  • Juventus tumbang 1-4 saat berhadapan dengan Real Madrid, di tanggal 3 Juni 2017.
  • Pada tanggal 22 Juli 2017, Juventus dipermalukan 1-2 melawan Barcelona.
  • Di tanggal 26 7 Juli 2017, Paris Saint-Germain harus akui kehebatan Juventus 2-3.

Lima Laga Terakhir Yang Dijalani AS Roma

  • Pada tanggal 28 Mei 2017, AS Roma yang bermain di kandang sendiri sukses raih menang 3-2 atas Bologna.
  • Di tanggal 11 Juli 2017, Pinzolo Val Rendena dipermalukan oleh AS Roma skor akhir 0-8.
  • AS Roma meraih kemenangan 1-0 saat berhadapan dengan Slovacko, di tnaggal 14 Juli 2017.
  • Pada tanggal 19 Juli 2017, bermain dengan hasil imbang 1-1 dalam pertemuan AS Roma kontra Paris Saint-Germain.
  • Di tanggal 25 Juli 2017, Tottenham Hotspur di tumbangkan oleh AS Roma yang mengakhiri skor 2-3.

Klasemen ICC: Manchester United Mampu Raih Gelar

Klasemen International Champions Cup (ICC) dalam pra musim 2017, yang sudah menyisakan enam laga. Dimana delapan klub raksasa Eropa yang bermain di kompetisi ini akan bermain untuk menghibur. Serta untuk meraih kemenangan untuk bisa mendapatkan gelar di turnamen ini.

Sampai dengan pertandingan hari kedua, Manchester United masih menetap di posisi teratas klasemen dengan mengkoleksi lima poin. Yang mana AS Roma berada di posisi kedua yang telah dikumpulkannya empat poin, sementara musuh bebuyutan United kini tertahan sebagai tim juru kunci.

Meski runner up dalam turnamen tersebut, tim raksasa Italia AS Roma akan menjalani pertandingan yang terbilang berat di laga penutup ICC nanti. Tim berjuluk Giallorossi akan berhadapan dengan tim juara Serie A, Juventus di hari Senin mendatang.

wayne rooney
rooney dan kawan-kawan merayakan gol

Manchester City Tidak Pernah Raih Kemenangan

Manchester City dalam turnamen International Champions Cup, belum merasakan kemenangan saat melawan Real Madrid. Dimana Los Blancos yang merupakan tim juara 12 kali di Liga Champions itu, tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dalam pertandingan tersebut.

Selama empat hari kedepan, Manchester City akan berhadapan dengan klub senegaranya di Inggris yaitu Tottenham Hotspur yang berlangsung di Nissan Stadium. Berlanjut ke Asia Tenggara, Chelsea harus menerima kekalahan mereka dengan skor 2-5 saat menghadapi Bayern Munchen.

Dan dalam menutup pertandingan, The Citizen akan berhadapan dengan Inter Milan. Maka dari itu City, harus merah kemenenangan melawan tim asuhan Luciano Spalletti. Laga Chelsea melawan Inter Milan yang akan berlangsung pada Sabtu di The National Stadium.

Tetapi, dua hari sebelumnya Nerazzurri akan menjamu Bayern Munchen terlebih dahulu.

manchester united vs manchester city
derby manchetser dalam ajang icc

Klasemen ICC di Amerika Serikat: Manchester United Masih di Puncak

Manchester United yang saat ini masih memimpin di klasemen semntara dalam ajang International Champions Cup (ICC) 2017, di Amerika Serikat. The Reds Devils telah mengumpulkan tiga poin, Paris Siant-Germain dan AS Roma siap menyusulnya.

Tim asuhan Jose Mourinho, selama pra musim mereka di Amerika Serikat dalam turnamen ICC berada di posisi puncak klasemen. Usai mereka meraih kemenangan saat berhadapan dengan Manchester City yang mengakhiri skor 2-0. Di pertandingan tersebut berlangsung di NRG Stadium, Houston, Texas.

Masing-masing gol yang di cetak oleh Manchester United, di buat melalui tendangan dari Romelu Lukaku di menit ke 37 dan sepakan Marcus Rashford pada menit 39. Dengan hasil itu, membuat rival abadi Manchester City di posisi terbawah dalam klasemen sementara dengan poin nol.

Sedangkan Paris Saint-Germain telah berada di posisi runner up usai raih menang kontra AS Roma dalam drama adu penalti. PSG mampu mengungguli penalti dengan skor akhir 5-3.  Yang mana pemain AS Roma yang gagal dalam ekskusi penalti bernama Gerson.

Di laga itu, sebenarnya pertandingan berjalan dengan seimbang dimana kedua tim masing-masing meraih satu gol. Dengan skor 1-1 itu, PSG terlebih dahulu unggul berkat gol yang dicetak oleh Marquinhos di menit ke 36. Ketika laga sudah berlangsung selama satu jam, kini Umar Sadiq yang memberikan skor bagi tim ibukota Italia itu.

Setelah 90 menit bermain, kedudukan pun masih 1-1 yang menjadikan sebuah hasil akhir melalui drama adu penalti. Dengan begitu, AS Roma harus bermain lebih agresif lagi di pertandingan berikutnya di ajang ICC. Sementara PSG, harus mempertahankan permainan terbaik mereka jika ingin membawa pulang piala dalam pra musim tahun ini.

Jadwal Liga Italia: AS Roma vs Juventus, 30 Juli 2017

Jadwal AS Roma vs Juventus yang akan berlangsung pada tanggal 30 Juli 2017. Pertandingan itu merupakan kompetisi International Champions Cup 2017 yang akan di selenggarakan di Gillette Stadium. Yang mana akan mempertemukan kedua tim yaitu AS Roma berhadapan dengan Juventus.

Kedua tim akan bermain dengan saling memberikan serangan di pertandingan tersebut. Sejauh ini, di bursa transfer musim panas 2017 Juventus telah membenahi barisan depan mereka. Dimana klub asal Turin itu telah mendatangkan Douglas Costa dari Bayern Munchen, dan Federico Bernardeschi akan segera tiba dari Fiorentina.

Dengan adanya Costa dan Bernardeschi, kedua pemain tersebut membuat formasi yang sering di pakai oleh Massimiliano Allegri menjadi lengkap. Yang mana sang pelatih di pertengahan musim lalu, menggunakan formasi 4-2-3-1. Allgeri memiliki alasan, karena pasang pelatih terasa kurang pemain pada bagian sayap yang menjadikan Mario Mandzukic bermain sebagai sisi kiri dalam serangan.

AS Roma vs Juventus
higuain yang sedang ingin mencoba melepaskan tendangannya

Hasil Pertemuan Terakhir AS Roma vs Juventus:

  • Pada tanggal 2 Maret 2015, AS Roma yang bermain di Olimpico harus di tahan imbang 1-1 saat melawan Juventus.
  • Di tanggal 30 Agustus 2015, AS Roma mampu raih kemenangan di kandang sendiri dengan skor 2-1 melawan Juventus.
  • Bermain di depan para pendukungnya, Juventus memenangkan laga tipis 1-0 berhadapan dengan AS Roma di tanggal 24 Januari 2016.
  • Pada tanggal 17 Desember 2916, Juventus membuat tersenyum pendukungnya 1-0 melawan tamunya AS Roma.
  • Di tanggal 14 Mei 2017, AS Roma meraih kemenangan skor akhir 3-1 kontra Juventus.

Kedua pemain yang baru saja di datangkan oleh Juventus, Costa dan Bernardeschi akan membantu Paulo Dybala dalam serangan untuk memberikannya kepada bomber Juventus, Gonzalo Higuain. Dengan adanya empat pemain tersebut menjadi Old Lady memiliki serangan yang lebih baik ketimbang musim lalu.

Dimana sepanjang musim 2016-2017 lalu, Nyonya Tua sering mendapatkan kritikan yang menganggap bahwa mereka tampil terlalu bertahan. Yang mana Bianconeri harus menerima keklahan dari AS Roma dan juga Napoli dalam mencetak gol ke gawang lawan. Higuain serta rekan setimnya hanya mengkoleksi 77 gol, kalah dengan AS Roma yang mengumpulkan 90 gol.

Sedangkan Napoli sendiri, berhasil mengumpulkan 94 gol. Sementara AS Roma akan tampil dengan serangan yang cukup mengancam gawang Gianluigi Buffon di pertandingan tersebut. Pelatih baru mereka yang bernama Eusebio Di Francesco, memiliki ciri khas dalam permainannya yang atraktif ketika melatih di Sassuolo.

Sebelum mereka akan menghadapi Juventus, Di Francesco mengatakan tidak ada perubahan dengan gaya permianan Giallorossi. Dan pelatih tersebut pun sangat yakin dengan permainan menyerang mereka. Meski begitu, Di Francesco memerintahkan kepada tim asuhannya untuk tetap waspada. Karena pelatih berusia 47 tahun tersebut beranggapan Juventus mampu memberikan serangan balik yang mematikan.

Maka dari itu, di pertandingan nanti kedua tim diperdiksikan akan bermain sangat sengit karena mereka akan bersaing dalam meraih gelar Scudetto musim 2016-2017.

as-roma-vs-juventus
para pemain roma merayakan gol

Lima Laga Terkahir Yang Dijalani AS Roma:

  • Pada tanggal 28 Mei 2017, AS Roma mampu raih kemenangan dengan skor tipis 3-2 atas Genoa.
  • Di tanggal 11 Juli 2017, Pinzolo Val Rendena dibungkan oleh AS Roma dengan skor telak 0-8 tanpa balas.
  • AS Roma memenangkan laga dengan skor 1-0 melawan Slovacko, di tanggal 14 Juli 2017.
  • Pada tanggal 19 Juli 2017, AS Roma ditahan imbang 1-1 kontra Paris Saint-Germain.
  • Di tanggal 25 Juli 2017, Tottenham Hotspurs harus akui kehebatan AS Roma skor akhir 2-3.

Lima Laga Terkahir Yang Dijalani Juventus:

  • Pada tanggal 21 Mei 2017, Juventus berhasil memengakan laga 3-0 atas Crotone.
  • Di tanggal 27 Mei 2017, Bologna dikalahkan oleh Juventus skor akhir 1-2.
  • Juventus dipermalukan di ajang bergengsi Liga Champions dengan skor 1-4 saat menghadapi Real Madrid, di tanggal 3 Juni 2017.
  • Pada tanggal 22 Juli 2017, Juventus harus akui kekuatan Barcelona yang mengakhiri sko 1-2.
  • Di tanggal 26 Juli 2017, Paris Saint-Germain kalah 2-3 melawan Juventus.

Ancelotti: Inter Milan Harus Melupakan Vidal

Carlo Ancelotti menegaskan kepada Inter Milan untuk mengakhiri pengejaran mereka untuk mendapatkan Arturo Vidal. Dimana kedua klub itu akan mengadakan pertandingan uji coba di ajang Internasional Champions Cup (ICC).

Pemain kebangsaan Chili itu bergabung bersama Bayern Munchen dari Juventus dengan Biaya 37 juta euro pada tahun 2015, telah dikaitkan atas kepindahannya gelandang Schalke o4, Leon Goretzka yang terdengar kabar segera bermain di Allianz Arena.

Pada konfrensi pers jelang pertandingan di Singapura, Ancelotti telah memberitahukan bahwa Vidal tidak ada niat untuk hengkang dari klub. Pelatih kebangsaan Italia itu siap mempertahankan pemainnya di bursa transfer musim ini.

Dan dia pun tidak mengatakan kepada kepada pelatih Inter Milan Luciano Spalletti dan juga direktur Walter Sabatini, bahwa gelandangnya tidak dijual.

Arturo Vidal Bayern Munchen
terlihat vidal senang di sebuah laga

Ancelotti Ungkapkan Jelang Pertandingan Persahabatan Kontra Inter Milan

Sebelumnya Carlo Ancelotti sudah memberikan penjelasan kepada klub asal Italia, Inter Milan untuk menjauhi pemainnya yang bernama Arturo Vidal. Sang pelatih pun siap untuk mempertahankan gelandangnya trasnfer musim ini. Tentunya Vidalnya akan mempertimbangkan jika Inter memberikan penawaran.

“Ini akan menjadi sebuah pertandingan penting dan kami akan bermain dengan cara terogranisasi,” ucap Ancelotti.

“Saat ini Inter mempunyai pelatih baru dan memiliki banyak pengalaman. Dengan begitum kita akan melihat pemain baru yang bergabung dengan mereka.”

“Saya yakin, Vidal akan tetap bersama kami. Saya pun juga telah mengatakan kepada teman saya, Sabatini dan Spalletti untuk melupakan tentang pemain tersebut.”

Mengenai masa depannya sendiri, Ancelotti mengatakan akan kembali ke Italia suatu hari nanti.

“Saya merasa bahagia di sini, saya ingin fokus untuk Bayern Munchen,” tambah sang pelatih.

“Tentu saja, saya masih orang Italia dan merupakan hal yang normal jika saya berpikir untuk kembali ke sana untuk masa mendatang.”

“Ini bisa menjadi sebuah pilihan, namun tidak dalam waktu dekat.”

Arturo-Vidal-Bayern-Munchen
ekspresi vidal yang sedang kesal

Ancelotti Ingin Inter Milan Lupakan Vidal

Pelatih Bayern Munchen, Carlo Ancelotti memberikan pesan khusus untuk Inter Milan di jendela transfer kali ini. Dimana sang pelatih berkeinginan Nerazzurri dapat melupakan dalam minatnya mendatangkan Arturo Vidal. Klub asal Italia itu, menargetkan Vidal untuk memperkuat barisan tengah mereka.

Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti beranggapan kapten timnas Chili tersebut merupakan sosok pemain yang memiliki karakter sama dengan Radja Nainggolan yang merupakan mantan anak asuhnya AS Roma. Spaletti sendiri tidak bisa merayu Nainggolan untuk bermain di Giuseppe Meazza.

Roma memang tidak akan melepaskan pemain berdarah Indonesia tersebut, karena dia merupakan pemain terpenting di tim. Pada sebelumnya, terdengar kabar bahwa Inter Milan sempat memberikan penawaran senilai 57 juta euro atau sekitar Rp.866 miliar membawa Vidal kembali ke Liga Italia.

Akan tetapi, tawaran tersebut langsung mendapatkan penolakan dari Munchen dan juga Vidal.

“Vidal akan tetap bermain bersama kami di musim depan. Saya sendiri pun sudah membicarakan dengan pelatih Inter Milan, Spaletti yang merupakan teman saya. Agar dia dapat melupakan niatnya,” kata Ancelotti kepada media.

“Klub itu sudah memiliki pelatih baru yang berpengalaman. Maka dari itu, kita lihat pemain baru mana yang akan bergabung dengan mereka,” tambah pelatih Munchen.

Mantan pemain Juventus itu diprediksikan akan kehilangan posisinya jika Munchen sukses mendapatkan jasa Leon Goretzka dari Schalke 04. Dengan adanya pemberitaan tersebut, Ancelotti pun membantahnya dan mengatakan bahwa Vidal akan tetap berada di Allianz Arena.

Szczesny Menyepakati Kontrak Dengan Juventus

Juventus telah menyelesaikan penandatangan dengan kiper Wojciech Szczesny dari Arsenal, dengan harga sebesar 12.2 juta euro. Pemain kebangsaan Polandia itu menandatangani kontrak dengan durasi empat tahun bersama tim juara Serie A. Dikabarkan bahwa penjaga gawang itu sudah menjalani tes medis.

Nilai kiper transfer kiper berusia 26 tahun itu akhirnya bisa naik dengan harga 15.3 juta euro, semua itu tergantung dalam kondisi tertentu selama kontraknya terpenuhi. Szczesny telah bermain selama dua musim bersama AS Roma di Liga Italia dengan status peminjaman.

Yang mana Arsenal sendiri mendatangkan penjaga gawang tersebut dari Legia Warsawa sebagai pemain muda. Dan dia pun sudah mencacatkan 181 penampilan di semua kompetisi sebelum kedatangan David Ospina dan Peter Cech, yang membuat dia hengkang untuk bisa bermain di tim utama.

Gianluigi Buffon dan Wojciech Szczesny
Gianluigi Buffon dan Wojciech Szczesny saat bertemu dalam pertandingan

Szczesny Mengungkapkan Hatinya di Juventus

Mantan kiper AS Roma, Wojciech Szczesny merasa sangat senang menandatangani kontrak bersama Juventus untuk tampil di musim depan. Dimana klub tersebut menilai bahwa dia akan menjadi lapis kedua Gianluigi Buffon untuk bermain di Piala Italia atau Liga Champions.

Buffon sendiri belum dapat digantikan sebagai kiper pertama, meski usianya saat ini menginjak 39 tahun untuk lebih banyak istirahat. Dengan demikian, Szczesny tidak masalah untuk bersaing dengan mantan penjaga gawang Parma tersebut.

“Saya sangat senang bisa bergabung dengan Juventus,” ucapnya di konfrensi pers.

“Saya pun sempat berbicara dengan Gigi Buffon yang merupakan legenda sejadi dalam sepakbola.”

“Saat anda dapat bergabung denga Juventus, maka anda merupakan pemain yang terpilih. Saya pun tidak sedikit pun ragu sebelum datang ke sini.”

“Saya siap untuk tantang baru di sini. Juventus merupakan pilihan terbaik dalam karir saya. Saat ini, usia saya 27 tahun dan ingin meraih sebuah gelar. Klub ini memiliki mentalitas yang baik untuk bisa melakukannya.”

Juventus yang kalah dalam kedua final mereka di Liga Champions selama tiga musim terakhir. Ketika itu mereka berhadapan dengan Real Madrid di Cardiff pada bulan lalu dan Szczesny siap membantu mendapatkan bagian dari itu.

“Saya sangat mengingikan musim depan nanti dapat meraih gelar Liga Champions,” tambahnya.

Gianluigi-Buffon-Wojciech-Szczesny
buffon dan szczesny sedang berpelukan sebelum memulai laga

Szczesny: Buffon Buat Saya ke Juventus

Kiper yang pernah membela Arsenal, Wojciech Szczesny itu mengaku jika keputusannya untuk bergabung dengan Juventus karena Gianluigi Buffon. Dimana kiper terbaik dunia itu merupakan maestro dalam sepak bola Italia dan legenda Juvenuts.

Kiper kebangsaan Polandia ini resmi berseragam Juventus di hari Rabu lalu. Penampilan Wojciech Szczesny sepanjang musim lalu dengan tim ibukota itu sangat gemilang. Dengan pengalamanya di musim 2016-2017 lalu, klub asal Turin itu pun lekas mendatangkannya.

“Juventus merupakan tim yang sangat luar biasa, klub ini memiliki ambisi untuk bisa meraih kemenangan di tiap pertandingan,” ujar Szczesny.

“Tidak hanya sekedar memenagkan laga, namun meraih trofi. Hal itulah yang membuat saya berada di sini. Saya berharap saya bisa memenangkan banyak gelar. Saya ingin menjadi pemain yang memiliki banyak gelar, maka saya ada di sini dan siap melangkah.”

“Apa alasan itu karna Buffon? Ya, karena saya ingin meningkat, maka tidak ada kesempatan yang bagus kecuali dapat berlatih dengan Gianluigi Buffon.”

“Dia merupakan kiper tebaik baik dalam sejarah sepak bola Italia, bahkan dunia. Saat ini, saya memiliki peluang untul berlatih dengannya untuk bisa mengasa kemampuan dan belajar.”

Klasemen Liga Italia: AC Milan Semakin Dekat 4 Besar, Meski Juventus Jauh

Musim ini, tim juara bertahan Juventus telah menjauhkan jarak dengan AS Roma di klasemen Liga Italia 2016-2017. Dimana Bianconeri saat ini telah mengkoleksi 57 poin, sedangakan Giallorossi yang menempari posisi kedua berhasil mengumpulkan 50 angka.

Raksasa Italia, Juventus telah berhasil menambahkan jarak dengan AS Roma usai memetik kemenangan melawan Corotone dengan skor 2-0. Pada laga sebelumnya, AS Roma sempat memperkecil selisih poin, setelah mereka meraih menang dengan telak menghadapi Fiorentina skor akhir 4-0.

Dengan hasil yang diperoleh oleh tim-tim yang berada di papan atas membuat persaingan di Liga Italia ini begitu seru. Yang mana saling mengejar angka untuk mendapatkan posisi terbaik jelang akhir musim 2016-2017. AC milan pun sukses memanfaat pertandingan tunda mereka di pekan 23, yang meraih kemenangan 1-0 atas Bologna. Meski mengakhiri laga hanya sembilan pemain.

ac milan vs bologna
pemain milan tengah merayakan kemenangan

Persaingan di Papan Atas Klasemen Serie A, Semakin Sengit

Setelah semua pertandingan terlaksana, di giornata 23, posisi di empat besar pun masih belum ada perubahan. Yang mana Juventus, AS Roma, Napoli menempati posisi tiga besar. Disusul dengan Lazio yang memiliki 43 poin, Inter Milan mengkoleksi 42 poin dan Atalanta mengemas 42 poin diatas AC Milan yang berada di peringkat ketujuh.

Sementara Crotone dan Bologna telah merasakan hasil yang tidak memuaskan, setelah kedua klub tersebut mengalami kekalahan. Di musim ini, Bologna bertengger di posisi ke 14 yang hanya mengumpulkan 27 poin. Sedangkan Crotone yang dikalahkan oleh tim juara bertahan mendekati zona dasar degradasi, dengan mengumpulkan 13 poin.

Vicenzo Montella
montella yang tengah melihat tim asuhannya bermain

Montella: Meski Kalah, Jangan Beri Komentar Sekarang

AC Milan telah mengalami kekalahan ketika laga ujicoba melawan Borussia Dortmund. Vicenzo Montella selaku pelatih kepala Rossoneri pun mengaku sangat senang melihat semangat dari tim besutannya. Milan dikalahkan dengn skor 1-3 saat berhadapan dengan Dormund dalam kompetisi International Champions Cup di Stadion University Town Main.

Dilaga tersebut AC Milan terlebih dahulu kejebolan dua gol, yang dicetak oleh Pierre-Emerick Aubameyang dan satu gol dicetak Nuri Sahin. Diavolo Rossi pun membalasnya dengan satu gol melalui Carlos Bacca. Ini merupakan laga persahabatan kedua bagi Milan di musim panas ini.

Pada sebelumnya, mereka telah berhadapan dengan FC Lugano yang sukses meraih kemenangan dengan skor 4-0. Lalu, mereka akan melawan Bayern Munchen dalam pertandingan ujicoba berikutnya. Montella mengatakan tahap ini merupakan hasil yang tidak relevan untuk diperbincangkan.

Karena timnya, ingin fokus dalam mengembalikan kebugaran para pemainnya. Akan tetapi, dari segi mental, sang pelatih merasa puas yang ditunjukkan oleh para pemianya.

“Kita tidak perlu melihat dengan hasil. Saya beranggapan tim ini sudah baik dan memiliki karakter,” ucapnya kepada media.

“Kami harus memperbaiki hal-hal yang diperlukan, namun semangat harus sama. Kami memang mengalami keterpurukan di beberapa kesempatan, namun kami dapat menunjukkan permainan dan para pemain muda pun tampil baik,” tambahnya.

Montella memberikan pujian kepada pemain baru di kesempatan ini, dimana Hakan Calhanoglu yang bermain di babak kedua. Selain itu, ada empat pemain baru lainnya yang ikut berlaga di pertandingan ini. Seperti Ricardo Rodriguez, Fabio Borini, Mateo Musacchio dan Franck Kessie.

Sedangkan, pembelian pemain termahal di Milan, Leonardo Bonucci belum dimainkan.

“Dia (Calhanoglu) merupakan pemain yang berbakat, dia dapat mengawali permainan. Dia memiliki keyakinan yang besar dan ingin berkembang. Kami mengharapkan dia mampu membuktikan kualitas dirinya secara penuh,” ucap Montella.

“Untuk Leonardo Bonucci, dia adalah salah satu dari kami di setiap hal. Yang mana merupakan pemain baru dari klub dan kami bangga telah memilikinya,” tutupnya.

Logo Baru Juventus

Raksasa Serie A, Juventus baru saja meluncurkan logo terbarunya. Di logo terbarunya, Si Nyonya Tua benar-benar menghilangkan elemen belang-belang dan siluet kuda yang selama ini menjadi ciri khas tim asal kota Turin tersebut.

Perubahan Logo Juventus
Perubahan Logo Juventus

Logo Baru Untuk Jersey Baru

Memasuki tahun 2017, Juventus melakukan gebrakan dengan mengumumkan perubahan penggunaan penghilangan stripes dan siluet kuda jingkrak yang ikonik khas klub asal Turin tersebut. Juventus mengganti elemen-elemen yang ada pada logo mereka sebelumnya menjadi bentuk inisial huruf ‘J’.

Dalam akun Twitter official nya pun, Juventus telah mengumumkan bahwa logo barunya tersebut akan resmi digunakan dalam jersey baru mereka yang akan dirilis pada Juli 2017, sehubungan dengan cara mereka untuk mengkampanyekan tagline marketing mereka yaitu,  ‘Black and White and More’.

Dalam acara yang digelar pada malam hari tersebut, ikut pula ditampilkan video yang memperlihatkan para pemain ikonik Juve seperti Pavel Nedved dan Gianluigi Buffon sedang mempromosikan desain logo baru tersebut.

Presiden klub Andrea Agnelli menyampaikan beberapa sambutannya dalam peresmian logo baru Si Nyonya Tua,

“Kami semua berada di sini adalah untuk menyingkap masa depan klub ini kepada anda semua. Kami telah menghabiskan setahun untuk mencoba, untuk mencari tau permintaan seperti apa yang diinginkan pasar saat ini.

“Dalam logo baru ini tercermin simbol dari pandangan hidup Juventus. Untuk mencapai kejayaan, kita harus terus menang dan berkembang.”

Diambil dari laman resmi Juventus, Il Bianconeri juga mengumumkan:

‘Sepakbola adalah bahasa universal. Dengan sepakbola, kita bisa membantu menghidupkan banyak sektor seperti olahraga, sosial dan ekonomi. Juventus telah berhadapan dengan modernisasi sepakbola dan ini merupakan kunci untuk bisa menjadi yang terdepan di masa yang akan datang.

‘Atas alasan ini lah kami mengadaptasi gaya yang lebih modern, simpel dan elegan untuk logo terbaru ini, namun dengan lebih banyak makna yang terkandung di dalamnya. Sejalan dengan ini, kami menwarkan pengalaman unik yan tidak hanya diperuntukan kepada segmen pasar menengah keatas, namun juga untuk pasar yang lebih luas.

‘Hal ini tentu diharapkan bisa menunjang aspek komersial maupun budaya tim ini.’

Malam peluncuran logo baru Juventus
Malam peluncuran logo baru Juventus

Respon Negatif Netizen Terhadap Logo Baru Juve

Meski terlihat menjadi lebih modern, simpel dan elegan, kenyataannya desain logo terbaru Juventus ini mendapat reaksi negatif yang tidak sedikit dari para pendukungnya di media sosial Twitter.

Dari sekian banyak respon netizen, hanya segelintir yang menunjukan respon positif atas perubahan logo juara Serie A musim lalu tersebut. Salah satu yang memberikan dukungan adalah klub asal Portugal, FC Porto.

Porto yang merupakan calon lawan Juventus di Babak 16 Besar Liga Champions pada Juli mendatang menuliskan dukungan mereka dalam media sosial Twitter. Dalam akun resmi nya Porto menuliskan:

@FCPorto : “@juventusfc congratulations on the new logo. Good luck … as of July,”

Dalam postingan di akun twitter resmi Porto tersebut memang terlihat bahwa wakil Portugal tersebut menyampaikan selamat kepada calon lawannya, sekaligus menyampaikan dukungan sebelum keduanya bertemu dalam lanjutan babak 16 besar Liga Champions.

Juventus memang akan bertemu dengan wakil Portugal dalam lanjutan turnamen paling prestisius di tanah Eropa tersebut. Dan dalam laga yang akan berlangsung pada Juli mendatang sekaligus akan menjadi momen perdana Si Nyonya Tua menggunakan jersey baru dengan logo terbarunya.

Bagaimana menurut anda? Apakah logo baru Juve ini lebih mencerminkan karakteristik Il Bianconeri atau justru menghilangkan kesan klasik yang ada ada logo sebelumnyaa?

Juventus Masih Anteng di Puncak Klasemen Serie A

Juventus, klub yang sudah 5 kali berturut-turut memenangkan Liga Italia Serie A kali ini masih menunjukkan taringnya. Klub Zebra ini masih berada di peringkat teratas klasemen dengan 36 poin, sedangkan AS Roma yang berada di peringkat ke-2 masih tertinggal empat poin untuk bisa menyamakan poin.

Liga Italia Serie A babak ke-15 sudah selesai. Pertandingan akhir klub zebra melawan Atlanta di Juventus Stadium menambah 3 poin bagi Juventus. Lalu selanjutnya Juve akan bertemu dengan Torino sebelum akhirnya akan bertanding melawan AS Roma.

Jika ingin tetap meninggalkan poin dari Roma, pertandingan tersebut harus dimenangkan oleh Juve. Tapi bukan hal mudah bagi Juve untuk mengalahkan Roma yang memiliki pemain untuk menjadi pemenang. Akan menjadi pertandingan menarik yang sayang untuk dilewatkan pecinta Liga Italia.

Juventus Masih Anteng di Puncak Klasemen Serie A

liga-italia-serie-a
Liga Italia Serie A masih dikuasai oleh klub asuhan Massimiliano Allegri, Juventus dengan 36 poin

Klub asuhan Massimiliano Allegri sudah bertanding dengan sangat baik dalam Liga Italia. Saat ini mereka sedang menduduki puncak klasemen dengan 36 poin atas 12 kemenangan dan mengalami 3 kali kekalahan.

Kekalahan yang terakhir dialami Juventus adalah saat melawan Genoa yang bertanding secara agresif menyerang. Terkait hal ini, bianconeri harus menerima kekalahan dengan skor 3-1. Putih – hitam memang menguasai permainan, namun Genoa lebih agresif dalam bermain sehingga Juventus harus menanggung kekalahan.

Pelatih Genoa memang sengaja menyuruh pemainnya untuk bertanding secara agresif, mengingat Juve bukan lawan yang mudah untuk ditaklukan.

Namun meski kalah dari Genoa tidak Si Zebra dari puncak klasemen, ia tetap berada di puncak karena saat itu selisih poin dengan peringkat ke-2 klasemen cukup jauh yakni masih unggul 4 poin.

Apakah Juve akan kembali memenangkan Liga Italia Serie A dan mencatat sebagai pemenang A sebanyak 6 kali berturut-turut. Pertandingan masih panjang, masih ada 23 pertandingan yang harus dihadapi Si Zebra. Jika mereka berhasil mempertahankan kedudukan, mereka akan menggemparkan dunia dengan menjadi pemenang enam kali berturut.

Juventus Akan Bertemu Torino Sebelum Bertemu AS Roma

Laga selanjutnya Juve akan berkunjung ke Stadio Olimpico untuk bertanding melawan Torino di babak ke-16 Serie A. Klub ini memang saat ini sedang berada di peringkat ke-7, namun bukan berarti Si Zebra bisa meremehkan klub ini. Pasalnya, hasil pertandingan masih belum ditentukan jika pertandingan belum dilakukan. Tidak selamanya klub yang sedang berada di puncak klasemen akan terus memenangkan pertandingan, buktinya saja pada pertandingan melawan Genoa yang mengharuskan bianconeri menerima kekalahan telak 3-1.

alvaro morata
Juventus akan bertemu AS Roma pada pertandingan babak ke-17, ini kesempatan bagi Juventus untuk memperbear selisih poin jika ia menang. Namun jika kalah, mereka akan gagal mendapatkan poin dan selisih dengan Roma akan semakin dekat

Pertandingan ini akan menjadi pertandingan bergengsi, dimana kedua klub peringkat atas harus bertemu dan bertanding.

Masih belum diketahui pertandingan babak ke-18 kapan dan dimana Juve akan bertanding. Pertandingan mereka melawan Crotone harus ditunda.

Dari pertandingan-pertandingan berikutnya, yang paling dinantikan adalah saat dimana Signora Omicidi akan melawan AS Roma. Roma yang sudah siap bertanding melawan Juve, betupun Juve yang sudah siap menghadapi segala pertandingan. Akan menjadi pertandingan seru yang sayang untuk dilewatkan, jangan lupa saksipan pertandingannya pada 18 Desember 2016 pukul 02.45 di di tv online yang menyiarkan pertandingan langsung Liga Italia Serie A.

Setelah Mengalahkan Lazio, Roma Siap Untuk Melawan Milan dan Juventus

AS Roma berhasil menang dalam laga Derby della Capitale melawan rival sekotanya, Lazio pada Babak 15 Serie A 2016/17. Dengan begini, Ibu Kota Italia masih dikuasai oleh Serigala-Serigala Roma.

Pertandingan akhir ini menjadikan Roma sudah menang empat pertandingan derby melawan Lazio.

Namun berikutnya akan menjadi pertandingan yang lebih sulit, masih ada dua pertandingan yang mengharuskan Roma untuk mengerahkan seluruh kemampuan.

AS Roma Sudah Siap Untuk Melawan AC Milan dan Juventus

liga-italia-serie-a
Pertandingan Serie A dua Babak Berikutnya akan menjadi pertandingan besar bagi AS Roma

Setelah pertandingan derby, Roma sudah siap untuk dua pertandingan penting selanjutnya melawan klub-klub peringkat atas klasemen, yakni akan menjamu AC Milan yang sedang berada di peringkat 3 klasemen, dan akan bertanding ke Juventus Stadium untuk pertandingan berikutnya.
Pelatih Roma, Luciano Spalletti mengungkapkan pada situs resmi klub.

Kemenangan melawan Lazio menaikkan imajinasi kami, dan memiliki target lain, yakni dalam pertandingan melawan AC Milan dan Juventus. Sekarang, kami harus fokus pada pertandingan berikutnya melawan AC Milan.

Roma sudah bekerja keras untuk mengalahkan Lazio. Klub asuhan Simeone Inzaghi sudah bekerja dengan brilian membangun keseimbangan dalam  tim.

Roma harus bekerja keras untuk bisa mengalahkan Lazio karena Lucas Biglia tidak memberi Diego Perotti banyak ruang. Akhirnya Luciano Spalletti harus meminta Radja untuk menutupi kekurangan itu. Saat Radja sudah menemukan pola permainan baginya, serigala kembali bermain lebih baik dan semua menjadi lebih mudah hingga pertandingan berakhir 0-2.

Kemenangan merupakan buah hasil dari gol yang diberikan Kevil Strootman dan Radja Nainggolan.

Di menit ke-64, gol pertama terjadi dari sebuah tendangan jarak dekat ke gawang. Meski tendangan sudut sebelumnya gagal karena hanya mengenai kepala pemain bertahan lawan, namun Kevin Strootman mendapatkan kesempatan dari lini pertahanan. Mengambil kesempatan, dengan tenang menendang bola ke gawang dan mencetak gol pertama.

Lalu kemudian di menit ke-77 Roma kembali mencetak sebuah gol. Melalui Radja yang menerima operan dan memutuskan untuk menendang bola dengan jarak 27 meter. Ia menembakkan bola dengan sempurna, bola melebar berubah arah di depan penjaga gawang dan bola masuk ke sudut kanan bawah gawang. Gol tersebut berhasil menggandakan keunggulan dan menjadi gol terakhir dalam pertandingan.

Pertandingan AS Roma Berikutnya Melawan AC Milan dan Juventus

as roma
AS Roma sudah siap untuk melawan AC Milan dan Juventus

Pertandingan sengit bagi Serigala tidak berakhir sampai pada laga derby. Selanjutnya, klub La Magica masih akan berhadapan dengan tim-tim hebat, bahkan harus bertemu dengan klub yang sedang berada di puncak klasemen.

Pertandingan yang sangat penting akan dihadapi demi mempertahankan AS Roma dalam peringkat ke-2 Serie A.

Terutama untuk pertandingan berikutnya saat menjamu AC Milan di Stadio Olimpico, klub dengan lambang serigala harus memenangkan pertandingan ini jika ingin bertahan dalam posisi ke-2 klasemen Liga Italia Serie A. Saat ini, kedua klub ini memiliki poin yang sama, yakni 32 poin dari hasil pertandingan yang sama, 10 menang, 2 seri, dan 3 kalah. Jika Roma kalah, maka ia harus bergeser ke posisi 3 dan selisihnya dengan klub zebra akan semakin jauh.

Lalu setelah melawan AC Milan akan pertandingan yang lebih berat bagi klub asuhan Luciano Spalletti. Pasalnya, Giallorossi harus bertanding melawan klub yang sudah lima kali berturut-turut memenangkan Serie A, dan sekarang masih kokoh di puncak klasemen.

Namun Roma mengaku sudah siap untuk kedua pertandingan berikutnya, kita tunggu saja apa hasil pertandingan, apakah La Maggica akan membuat keajaiban dengan memenangkan kedua pertandingan berat tersebut.

Juventus Tetap Bertahan Di Puncak Klasemen Liga Italia Serie A

Meski pertandingan sebelumnya Juventus berhasil dipermalukan oleh Genoa dengan kekalahan 3-1, namun Juve masih berada di peringkat pertama klasemen dengan perolehan 33 poin.

Tim Zebra berhasil bertahan di puncak klasemen karena memiliki selisih poin yang cukup jauh dari klub dibawahnya, AS Roma. Sebelum dikalahkan oleh Genoa, ia sudah unggul 7 poin, dan sekarang masih unggul 3 poin karena AS Roma menang dalam pertandingan terakhir melawan Pescara.

Jika ingin tetap bertahan di puncak, Juve harus memenangkan pertandingan-pertandingan berikutnya agar bisa menjadi juara bertahan Liga Italia Serie A.

Juventus Berada Di Peringkat Pertama Liga Italia Serie A

jasmin kurtic
Jasmin Kurtic menghimbau rekan klubnya untuk tidak meremehkan Juventus

Pertandingan Liga Italia Serie A babak ke 14 sudah selesai dilaksanakan. Klub asuhan Massimiliano Allegri saat ini sedang menduduki puncak klasemen sementara dengan perolehan 33 poin atas 11 kemenangan.

Meski berhasil memenangkan pertandingan klub-klub peringkat teratas, namun ia gagal mengalahkan Genoa pada pertandingan sebelumnya.

Dalam pertandingan sebelumnya, tim putih hitam harus menerima kekalahan dari Genoa. Sebelumnya, pelatih Genoa sudah menjelaskan kalau klub mereka berhasil menang karena bermain agresif dalam menyerang.

Pertandingan yang berlangsung di Stadio Luigi Ferraris ini berakhir dengan skor 3-1. Meskipun mengusai pertandingan, tetapi Juventus tetap kalah dalam pertandingan tersebut. 2 Gol bagi Genoa dipersembahkan oleh Giovanni Simeone dan 1 gol dari kesalahan Alex Sandro yang melakukan gol bunuh diri. Sedangkan Juve hanya mencetak 1 gol dari Miralem Pjanic di menit ke 82.

Pertandingan berikutnya tim zebra akan bertemu dengan Atlanta, pertandingan akan berlangsung di Juventus Stadium pada 4 Desember.

Meskipun sempat mengalami kekalahan, namun gelandang Atlanta, Jasmin Kurtic meminta untuk rekan-rekannya untuk tidak meremehkan Juventus untuk pertandingan 4 Desember mendatang. Menurutnya, Juventus saat ini tetaplah klub hebat.

Kurtic mengungkapkan kalau Juve tidak bisa diremehkan meskipun mengalami kekalahan melawan Genoa.

Mereka (Juve) adalah tim yang hebat, dan layak untuk dihormati. Hanya karna mereka mengalami kekalahan dari Genoa bukan berarti mereka mengalami penurunan.

Seperti arsip dari Liga Italia Serie A, sudah 5 musim berturut-turut tim putih hitam memenangkan liga.

Juventus Akan Bertemu Atlanta Pada Babak 15 Serie A

liga italia serie a
Pertandingan berikutnya Liga Italia Serie A akan mempertemukan Juventus dengan Atlanta

Pertandingan berikutnya Juventus akan dipertemukan dengan Atlanta yang akan diselenggarakan di Juventus Stadium. Meskipun Juve merupakan tim hebat, tetapi gelandang Atlanta, Kurtic yakin kalau klubnya memiliki potensi untuk memberikan kejutan bagi Juve. Pasalnya, mereka sedang dalam kondisi terbaik dan sukses menang dalam enam pertandingan terakhir.

Yang terpenting adalah kinerja kami semua, serta keinginan untuk datang kesana (Juventus Stadium) dan pulang dengan kepala tegak, terlepas dari menang atau kalah.

Dalam pertandingan ini, Juve memiliki beberapa pemain bertahan yang harus absen tidak bisa ikut bertanding. Bek asal Brazil, Dani Alves harus absen karena mengalami cedera paha. Andrea Barzagli juga harus absen karena cedera bahu, dan Leonardo Bonucci yang mengalami cedera paha. Meskipun tiga pemain bertahan harus absen dalam pertandingan, bukan berarti pertahanan klub akan turun. Pelatih akan memasukkan pemain lain yang berbakat dalam bertahan.

Jika tim zebra kalah, ia akan gagal memperoleh poin dan akan memperkecil selisih poin dari AS Roma yang sedang berada di peringkat ke-2 klasemen.

Kedua klub akan bertanding dengan kemampuan penuh, terutama bagi tim tuan rumah yang akan memberikan pertunjukan terbaik agar penonton tidak kecewa sudah membeli tiket untuk menyaksikan pertandingan langsung klub idolanya.